Membeli 2.926 Mt Padi, Dibayar Hanya Setengah
Balrampur

Membeli 2.926 Mt Padi, Dibayar Hanya Setengah

mendengar berita

Balrampur. Pengadaan gabah oleh pemerintah kini perlahan-lahan mendapatkan momentum. Sejauh ini, 14 persen pembelian telah dilakukan terhadap target yang ditetapkan untuk pembelian. Setengah dari jumlah tersebut telah dibayarkan terhadap padi yang dibeli. Ketua Menteri telah memerintahkan untuk membayar petani yang menjual padi pada hari sebelumnya dalam waktu 72 jam. Sekarang tinggal dilihat seberapa mampukah instansi-instansi yang mengadakan pengadaan padi memenuhi perintah Ketua Menteri.
Dapat dicatat bahwa total 36 pusat telah didirikan di kabupaten untuk pengadaan beras pemerintah. Target telah ditetapkan untuk pengadaan 20 ribu 900 MT padi di sentra-sentra ini. Hingga Selasa, 14 persen pembelian sudah dilakukan di kabupaten tersebut dari target, yakni sejauh ini sudah ada 2.950 metrik ton gabah yang dibeli dari petani.
Petugas Pemasaran dan Pangan Kabupaten Narendra Tiwari mengatakan bahwa lembaga pengadaan telah diinstruksikan untuk membayar harga gabah kepada petani dalam waktu 72 jam. Sejauh ini, total 5 crore 17 lakh padi telah dibeli di kabupaten tersebut. Dari jumlah ini, Rs 2 crore 60 lakh telah dibayarkan. Pembayaran saldo juga akan dilakukan dalam jangka waktu yang ditentukan.
Petani Ashfaq Ahmed, Rakesh Pandey, Sudhir Bahadur Singh, Harishankar Singh dan Jagdamba Pandey dll. mengatakan bahwa penanggung jawab pusat pembelian membeli lebih banyak padi dari petani dengan lebih sedikit perantara.
Para tengkulak membeli padi dari petani dengan harga murah dan menjualnya di sentra melalui khatauni palsu dan pendaftaran. Secara keseluruhan, tengkulak, arhtiya dan orang lain semakin kaya dalam pengadaan gabah pemerintah. Petani dilecehkan dengan mengatakan aturan dan peraturan yang berbeda. Orang-orang ini telah menuntut dari DM untuk membawa transparansi dalam pengadaan gabah pemerintah dan untuk menghentikan pembelian dari tengkulak.

Balrampur. Pengadaan gabah oleh pemerintah kini perlahan-lahan mendapatkan momentum. Sejauh ini, 14 persen pembelian telah dilakukan terhadap target yang ditetapkan untuk pembelian. Setengah dari jumlah tersebut telah dibayarkan terhadap padi yang dibeli. Ketua Menteri telah memerintahkan untuk membayar petani yang menjual padi pada hari sebelumnya dalam waktu 72 jam. Sekarang tinggal dilihat seberapa mampukah instansi-instansi yang mengadakan pengadaan padi memenuhi perintah Ketua Menteri.

Dapat dicatat bahwa total 36 pusat telah didirikan di kabupaten untuk pengadaan beras pemerintah. Target telah ditetapkan untuk pengadaan 20 ribu 900 MT padi di sentra-sentra ini. Hingga Selasa, 14 persen pembelian sudah dilakukan di kabupaten tersebut dari target, yakni sejauh ini sudah ada 2.950 metrik ton gabah yang dibeli dari petani.

Petugas Pemasaran dan Pangan Kabupaten Narendra Tiwari mengatakan bahwa lembaga pengadaan telah diinstruksikan untuk membayar harga gabah kepada petani dalam waktu 72 jam. Sejauh ini, total 5 crore 17 lakh padi telah dibeli di kabupaten tersebut. Dari jumlah ini, Rs 2 crore 60 lakh telah dibayarkan. Pembayaran saldo juga akan dilakukan dalam jangka waktu yang ditentukan.

Petani Ashfaq Ahmed, Rakesh Pandey, Sudhir Bahadur Singh, Harishankar Singh dan Jagdamba Pandey dll. mengatakan bahwa penanggung jawab pusat pembelian membeli lebih banyak padi dari petani dengan lebih sedikit perantara.

Para tengkulak membeli padi dari petani dengan harga murah dan menjualnya di sentra melalui khatauni palsu dan pendaftaran. Secara keseluruhan, tengkulak, arhtiya dan orang lain semakin kaya dalam pengadaan gabah pemerintah. Petani dilecehkan dengan mengatakan aturan dan peraturan yang berbeda. Orang-orang ini telah menuntut dari DM untuk membawa transparansi dalam pengadaan gabah pemerintah dan untuk menghentikan pembelian dari tengkulak.

Posted By : totobet hongkong